Minggu, 06 Oktober 2019

PENANGANAN TAMU PERUSAHAAN (SILVY T.SAMBUAGA,SE.MS.i)

TUGAS MANAJEMEN PERKANTORAN

PENANGANAN TAMU PERUSAHAAN


KELOMPOK 6




ANGGOTA KELOMPOK :
FEBRIANTI TAMPI
NATASYA SUMENDAP
PUTRI TULANGOW
NAOMI SABTOE
THEOFILUS HERIANTO




1. Latar Belakang
Perusahaan selalu berhubungan dengan orang lain terutama dengan orang atau pihak luar perusahaan yang biasa disebut dengan tamu. Tamu adalah seseorang atau kelompok orang yang ingin mengunjungi perusahaan atau instansi tempat kita bekerja dengan kepentingan dinas maupun pribadi. Organisasi penerima tamu antar instansi tidak sama.

Tata cara menerima tamu dan mengatur tamu pada dasarnya tergantung dari besar kecilnya organisasi yang bersangkutan. Pada organisasi yang kecil, penerimaan tamu pada umumnya langsung ditangani oleh tiap-tiap bagian. Hal tersebut berarti bahwa setiap tamu dapat langsung menemui pejabat yang dimaksud. Sementara itu, pada organisasi yang besar, tata cara penerimaan tamu ditangani oleh bagian tersendiri dibawah pengawasan seorang office manager.
Tamu harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya karena akan memberikan image yang baik bagi perusahaan. Tamu tidak boleh dibiarkan kebingungan dalam perusahaan, karena itu akan membuat tidak nyaman tamu.

Setiap penerima tamu perusahaan harus peduli pada tamu, sehingga dapat memuaskan tamunya. Akan tetapi, kemampuan menangani tamu yang baik tidak hanya perlu dipahami oleh sekretaris atau resepsionis saja. Semua pegawai di setiap perusahaan perlu memiliki kemampuan ini, karena tidak tertutup kemungkinan semua pegawai suatu disaat harus berkomunikasi dengan tamu dari perusahaan lain. Untuk itu perlu prosedur penerimaan tamu agar setiap pegawai dapat menerima tamu dengan baik.
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Menerima Tamu
Dalam menerima tamu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Sekretaris dan Resepsionis, antara lain :
1. Apabila sudah ada janji, tepati waktu, apabila sedang ada tugas di luar kantor harus memberitahukan dan meminta maaf untuk datang terlambat (prioritas perlu dipertimbangkan).
2. Apabila tamu masuk, hendaknya berdiri tersenyum dan bersalaman.
3. Berikan sapaan ramah kepada tamu
Selain hal-hal diatas, hal-hal yang perlu diperhatikan saat menerimaa tamu dikantor adalah sebagai berikut:
1. Penangan ruangan tamu sekretaris baiknya memeriksa tata ruang penerimaan tamu, khususnya yang berkaitan langsung dalam hal-hal berikut:
v  Ruangan harus nyaman, bersih dan rapi
v
v  Lengkapi ruangaan dengan perlengkapan, seperti:
v
Ø  buku tamu
Ø
Ø  kartu pengenal tamu
Ø
Ø  majalah/Koran
Ø
Ø  brosur/katalog perusahaan
Ø
Ø  tempat sampah/asbak
Ø
v  Tunjukanlah sikap untuk selalu siap menerima memberikan bantuan dan bersahabat.
v


3. Tata cara mengantar dan melayani tamu:
·        Jangan membeda-bedakan tamu, dari jabatan atau penampilan.

·        Bagian penerima tamu adalah wajah perusahaan, sambutlah tamu dengan senyum dan sikap yang ramah.
·
·        Apabila tamu datang segera sambut, jangan sekedar menengok kesamping atau bersikap acuh tak acuh, sambil melakukan pekerjaan, ketika mengantar tamu tunjukan kearah yang dituju dan dengan telapak tangan
·
·        Ketika mengantar tamu ketempat tujuan berjalan agak kedepan dengan posisi sedikit miring sambil sesekali menengok kebelakang untuk memperhatikan jalan tamu.
·
·        Membukakan pintu untuk tamu kalau pintu bergerak ke dalam, anda masuk dulu, dorong (buka pintu) dan persilahkan tamu untuk masuk, dan bila daun pintu bergerak keluar buka pintu lebar-lebar dan persilahkan tamu untuk masuk terlebih dahulu.

·        Tamu yang diterima biasanya dipersilahkan untuk masuk dan menunggu diruangan tamu yang sudah disediakan.


4. Syarat Penting Bagi Seorang Penerima Tamu

Penerima tamu harus memiliki kualifikasi yang memenuhi syarat, kualifikasi ini diperlukan agar tamu-tamu yang berkunjung mendapatkan kesan yang positif terhadap perusahaan.

Apabila seseorang sering menerima tamu maka hendaknya dapat memahami syarat penting bagi seorang penerima tamu.

1. Sopan dan ramah
2. Berkepribadian menarik
3. Bijaksana dan cerdas
4. Mempunyai pengetahuan tentang struktur organisasi yang
bersangkutan serta hal pokok tentang kantor dimana ia bekerja.
4. Catatan Identitas Tamu.
 Catatan mengenai identitas dan kepribadian tamu,penting untuk diketahui, maksudnya adalah untuk menghindari kemungkinan adanya keinginan terselubung dari seorang tamu. Untuk melengkapinya maka sebaiknya dilihat formulir atau kartu tamu guna mencatat identitas tamu.

5. Memberikan pelayanan terhadap tamu.
Ø  Memberi salam dan menyapa tamu dengan ramah, sopan, dan menanyakan keperluan tamu yang datang serta mempersilakan mengisi kartu/buku tamu.
Ø  Dalam pembicaraan dengan tamu, sebagai penerima tamu seharusnya dapat menjaga diri dan mengerti tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibicarakan
Ø  Mengarahkan para tamu, memberi informasi yang dibutuhkannya dan membantu pimpinan dalam membuat perjanjian dengan tamu.
Ø  Apabila pimpinan tidak dapat menerima tamu, berikan penjelasan dengan baik dan jangan sampai menyinggung perasaan tamu.
Ø  Usahakan agar tamu merasa senang (comportable) apabila tamu terpaksa harus menunggu, dan sediakan bahan bacaan.

5.. Jenis-jenis tamu dan cara pelayanannya.

1.Tamu Menurut Jenisnya:
·        Tamu dengan perjanjian
Sapa dan tanyakan keperluanya.

  • Tamu tak dikenal
Persilahkan tamu untuk mengisi formulir tamu dengan lengkap.

  • Tamu yang menolak memberi tahu keperluannya
Walaupun tamu bersikeras, tetap perlalukan dengan sopan.

  • Tamu atau pelanggalan yang datang tanpa perjanjian
Bila yang bersangkutan masuk pada saat atasan sedang ada rapat, sapa dan katakan bahwa atasan sedang ada rapat atau tamu lain.

  • Anggota keluarga atau teman atasan
Tetaplah bersikap ramah dan sopan, sarankan untuk membuat janji terlebih dahulu.

  • Tamu yang tak diingikan
  • Pramuniaga atau salesman
Katakan dengan jujur dan sopan bahwa perusahaan tidak memerlukannya saat ini.

·        Tamu lanjut usia atau cacat fisik
Terima secara wajar, tidak gaduh.


2.  Tamu Menurut Kepentingannya:
a.    Tamu yang datang untuk minta dana atau sumbangan.
     Tamu yang datang untuk meminta dan atau sumbangan biasanya ingin bertemu langsung dengan pimpinan dan dengan berbagai macam alasan, cara terbaik untuk menggatasi tamu ini adalah tetap melayaninya dengan sabar dan ramah sambil menyodorkan formulir isisan yang harus diisi oleh tamu tersebut, formulir itu memuat nama, alamat, instansi, atau maksud sumbangan yang diminta untuk kepentingan apa.
b.    Tamu yang datang untuk menawarakn barang atau jasa.
     Pada umunya tamu jenis ini sangat sopan dan menyengankan sebab mereka telah mendapatkan pelatihakn ketrampilan dalam membuat barang atau jasa, namun tak jarang para penjual ini meminta bertemu langsung dengan pimpinan, sehingga sekretaris perlu mengatur taktik dan strategi dalam melayani tamu tersebut.
c.    Tamu yang ingin membeli barang.
     Tamu yang ingin membeli barang biasanya banyak bertingkah. Mereka minta untuk diperhatikan, diistimewakan, bahkan ingin diperhatikan dengan pimpinan. Oleh karena itu, bawalah tamu ke bagian pembelian. Jangan lupa tawarkan minum kepada tamu yang ingin membeli barang.


3.  Tamu aparat pemerintah:
a.    Tamu yang bersifat kunjungan rutin
     Biasanya mereka tidak meminta untuk bertemu dengan pimpinan karena secara rutin mereka menghubungi pihak tertentu untuk mendapatkan informasi. Akan tetapi, lebih baik bila sekretaris memberi laporan kepada pimpinan karena mungkin pimpinan ingin bertemu untuk menanyakan suatu hal yang penting mengenai peraturan yang belum jelas. Hal ini akan membawa dampak positif dikemudian hari bila sewaktu-waktu ada kepentingan perusahaan.
b.    Tamu yang bersifat kunjungan khusus
     Biasanaya pejabat/aparat pemerintah datang dalam bentuk rombongan/ protokol. Dalam hal ini pimpinan perusahaan mutlak harus menyambut sendiri bahkan harus siap dipintu masuk dalam pakaian lengkap artinya pakainan formal seperti dress lengkap sebelum para tamu turun dari kendaraan. Sekretaris wajib mengatur tata upacara penyambutan tamu agar segala sesuatu berjalan dengan lancar. Hidangkan makanan kecil dan minuman atau kenang-kenangan atau cendera mata harus dipersiapkan.

4.  Tamu Teman Pimpinan
          Sekali-kali pimpinan akan didatangi oleh temannya atau kenalan baik. Mungkin tamu tersebut teman bisnis,relasi,atau mungkin juga teman sekolah dulu. Dalam hal ini sekretaris harus mengenal tamu-tamu tersebut,meskipun begitu sekretaris harus bertanya dulu kepada pimpinan apakah tamu tersebutboleh menemui sekarang atau tidak. Bila pimpina sedang sibuk, persilakan ia untuk menunggu. Yang perlu diperhatikan adalah tujuan kedatangannya yaitu akan menghambat tugas pimpina,sekedar kangen,atau da urusan bisnis penting.
2. Aturan-aturan dalam Melayani Tamu
Dalam melayani tamu hendaknya sikap sekretaris dapat mempersiapkan diri agar dapat membantu pimpinan dalam menerima dan melayani tamu secara baik. Untuk itu perlu diperhatikan aturan-aturan dalam melayani tamu.
·        Berpenampilan rapi, bersih dan segar
·
·        Berprilaku sopan dan ramah
·
·        Ekspresi wajah yang hangat, namun menyakinkan
·
·        Menghapal nama tamu
·
·        Senang bergaul dan luwes
·
·        Menjadi pendengar yang baik
·
·        Berlaku sopan dan hormat kepada tamu
·
·        Penuh semangat kerja

·        Pakailah nada suara yang enak dan jelas
·
·        Senantiasa bersikap tenang
·
·        Menangani tamu yang komplain secara professional
·
·        Duduk pada posisi yang memungkinkan dapat melihat orang yang masuk ruangan
·
·        Jangan mengintrupsi pembicaraan tamu
·
·        Tulus dalam melayani tamu

3. Cara Melayani Tamu
Selain menerima tamu, Setiap kantor mempunyai peraturan untuk menerima tamu. Beberapa cara untuk melayani tamu dalam segala keadannya, seperti:
 Menghormati dan menyapa tamu
 Mengetahui maksud tamu

 Memperkenalkan dan menghadapkan tamu
Sekretaris harus menyebutkan nama tamu dan nama Pimpinan bila ia
menghantarkan seorang tamu ke ruangan Pimpinan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar